Selasa, 18 September 2018

Diskominfo DIY Peduli Kaum Difabel


Dengan kemajuan teknologi informasi, membuat perkembangan & pertumbuhan pengusaha di Indonesia semakin meningkat.  Akibatnya, sebuah trend tempat kerja bersama (co working space) juga bermunculan. Namun kebanyakan co working space yang ada saat ini belum mempedulikan kenyamanan bagi kaum difabel. Padahal mereka memiliki hak yang sama dengan orang normal pada umumnya.
Melihat kenyataan demikian ini mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membidik sebuah ruang publik yang minimalis untuk mendirikan co working space yang inklusif dan aksesibel.


Kaum Difabel
Sebenarnya para kaum difabel tidak perlu dikasihani, namun harus diberikan pendampingan dan fasilitas yang memadai agar mereka bisa berkarya dengan hasil yang luar biasa. Kenyataan menunjukkan bahwa kaum difabel juga memiliki banyak kelebihan yang bahkan lebih baik dari nondifabel
Namun saat ini masih banyak ditemui para kaum difabel tidak bisa berperan aktif secara luas di lingkungan sosialnya, karena terkendala fasilitas.  Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memberi kebebasan ruang gerak bagi mereka adalah dengan penyediaan co working space yang inklusif dan aksesibel.
Hal ini harus dilakukan pemerintah melalui dinas terkaut agar kaum difabel memiliki hak untuk memperoleh akses terhadap informasi, sejalan dengan arah kebijakan inklusi. Kebijakan inklusi pada intinya adalah bagaimana meminimalkan hambatan yang dihadapi, menyediakan akses yang tepat dan memberi ruang bagi kaum difabel untuk berpartisipasi


Diskominfo Co Working Space (DCS)
Belum lama ini, Diskominfo DIY meresmikan co working space yang inklusif dan aksesibel dengan nama Diskominfo Co Working Space (DCS). Fasilitas baru tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh kaum difabel untuk mengembangkan gagasan kreatifnya.


Tujuan co working space yang inklusif adalah untuk menempatkan cara pandang individu atau kelompok lain para pecandu teknologi serta pengusaha baru, dalam melihat dunia kerja yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, guna mendalami suatu permasalahan. Selama ini permasalahan yang dihadapi para pengusaha baru adalah tempat kerja (kantor).
Adapun coworking space yang aksesibel terbagi dalam dua bentuk, yakni aksesibel fisik dan non-fisik. Co working space yang aksesibel fisik meliputi bangunan yang minimalis, tata letak ruang, kamar kecil, literary, ruang rapat atau diskusi, halaman dan transportasi. Semua tersebut bertujuan untuk kemudahan, kegunaan, keselamatan, dan kemandirian.
Agar fungsinya dapat maksimal, maka  co working space aksesibel fisik ini juga dibarengi dengan aksesibel non-fisik yang meliputi  pelayanan informasi, jaringan internet, jaringan listrik serta pelayanan umum berupa akses untuk penyadang disabilitas. Kedua aksesibel ini harus berjalan beriringan dan tidak bisa dipisah-pisahkan
Meskipun beberapa wilayah di Yogyakarta sudah terdapat co working space, namun baru Diskominfo Co Working Space (DCS) rintisan Diskominfo  DIY yang dirancang ramah difabel. Ruang berkarya, meja diskusi, kamar mandi, pintu, semua ramah difabel. Harapannya agar kaum difabel juga memiliki fasilitas yang setara dengan lainnya. Fasilitas baru itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh kaum difabel untuk mengembangkan gagasan kreatifnya.
            DCS ini tidak hanya untuk para pengusaha baru, tetapi bisa juga untuk seseorang yang memiliki bisnis digital secara individu hingga para freelancer, dari newbie hingga profesional yang membutuhkan tempat untuk bekerja di luar rumah namun serasa kantor sendiri. Tidak terlepas pula pengusaha baru dari kaum difabel.
            Saat ini tidak sedikit kaum difabel yang menjadi pengusaha dengan memanfaatkan teknologi, namun hasilnya belum maksimal. Dibutuhkan dorongan, pendampingan dan fasilitas memadai, agar potensi yang mereka miliki dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. DCS rintisan Diskominfo  DIY sudah memulainya dengan dukungan yang nyata.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY”.

Rabu, 05 September 2018

Peduli Kepada Sesama



Untuk mencoba ketaqwaan hamba-Nya, Alloh SWT akan memberikan cobaan berupa musibah terhadap mereka. Hamba yang berhati taqwa akan sabar dan tabah menerima musibah tersebut karena memahami bahwa segala hal yang terjadi di muka bumi ini, sudah ditakdir oleh Alloh SWT. 



Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis Muslim yang berbunyi : “Allah telah menulis takdirnya makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan beberapa langit dan bumi” , maka setiap hamba tidak akan terkejut terhadap peristiwa yang terjadi di muka bumi. Musibah atau peristiwa apapun yang diberikan dan dibuat oleh Alloh SWT pasti ada hikmahnya.
Termasuk gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat belum lama ini. Gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) tersebut memang mengakibatkan banyak korban, baik harta, benda maupun nyawa. Namun hal tersebut mengingatkan masyarakat untuk saling peduli terhadap sesama.
Perasaan duka bukan hanya dirasakan para korban beserta keluarganya, namun juga seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal  tersebut tampak dengan penggalangan dana dari berbagai pihak terus mengalir.  Selain pemerintah yang melaksanakan amanat Undang-undang untuk melindungi rakyatnya, banyak perusahaan swasta dan beberapa lembaga sosial masyarakat berusaha meringankan beban penderitaan mereka.
Inilah hikmah dari musibah yang dahsyat tersebut. Masyarakat diingatkan kembali bahwa kita semua adalah saudara yang harus saling peduli. Setiap hamba berkewajiban menghibur kepada teman yang sedih, membantu kepada teman yang membutuhkan bantuan dan menolong kepada teman yang membutuhkan pertolongan.
 Sebagai hamba yang taqwa kepada Alloh SWT  akan selalu mengikuti segala perintah-Nya. Selain menjalankan rukun Islam yang menjadi pedoman dalam ajaran beribadah, juga diperintah untuk peduli terhadap sesama. Maka tidak mengherankan apabila penggalangan dana untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergerak cepat di seluruh pelosok tanah air.
Dengan sibuknya para korban mengurusi harta, benda dan keluarganya, serta masyarakat sibuk dengan bantuan yang akan diberikan, mereka tidak sempat lagi menjelekkan pihak lain. Meski saat ini menjelang pemilu yang suasana sedikit memanas, akan baur dan lebur dengan sikap saling peduli sesama.
Inilah salah satu hikmah dari musibah yang diberikan oleh Alloh SWT untuk mengingatkan hamba-Nya. Masih banyak hikmah lain bagi hamba yang mau merenung dan memahaminya.





Tulisan ini tayang di harian Kedaulatan Rakyat, Jumat, 10 Agustus 2018 rubrik MUTIARA JUMAT

Rabu, 08 Agustus 2018

Hikmah Dibalik Musibah

Untuk mencoba ketaqwaan hamba-Nya, Alloh SWT akan memberikan cobaan berupa musibah terhadap mereka. Hamba yang berhati taqwa akan sabar dan tabah menerima musibah tersebut karena memahami bahwa segala hal yang terjadi di muka bumi ini, sudah ditakdir oleh Alloh SWT. 
Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis Muslim yang berbunyi : “Allah telah menulis takdirnya makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan beberapa langit dan bumi” , maka setiap hamba tidak akan terkejut terhadap peristiwa yang terjadi di muka bumi. Musibah atau peristiwa apapun yang diberikan dan dibuat oleh Alloh SWT pasti ada hikmahnya.
Termasuk gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat belum lama ini. Gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) tersebut memang mengakibatkan banyak korban, baik harta, benda maupun nyawa. Namun hal tersebut mengingatkan masyarakat untuk saling peduli terhadap sesama.

Perasaan duka bukan hanya dirasakan para korban beserta keluarganya, namun juga seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal  tersebut tampak dengan penggalangan dana dari berbagai pihak terus mengalir.  Selain pemerintah yang melaksanakan amanat Undang-undang untuk melindungi rakyatnya, banyak perusahaan swasta dan beberapa lembaga sosial masyarakat berusaha meringankan beban penderitaan mereka.
Inilah hikmah dari musibah yang dahsyat tersebut. Masyarakat diingatkan kembali bahwa kita semua adalah saudara yang harus saling peduli. Setiap hamba berkewajiban menghibur kepada teman yang sedih, membantu kepada teman yang membutuhkan bantuan dan menolong kepada teman yang membutuhkan pertolongan.
 Sebagai hamba yang taqwa kepada Alloh SWT  akan selalu mengikuti segala perintah-Nya. Selain menjalankan rukun Islam yang menjadi pedoman dalam ajaran beribadah, juga diperintah untuk peduli terhadap sesama. Maka tidak mengherankan apabila penggalangan dana untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergerak cepat di seluruh pelosok tanah air.
Dengan sibuknya para korban mengurusi harta, benda dan keluarganya, serta masyarakat sibuk dengan bantuan yang akan diberikan, mereka tidak sempat lagi menjelekkan pihak lain. Meski saat ini menjelang pemilu yang suasana sedikit memanas, akan baur dan lebur dengan sikap saling peduli sesama.
Inilah salah satu hikmah dari musibah yang diberikan oleh Alloh SWT untuk mengingatkan hamba-Nya. Masih banyak hikmah lain bagi hamba yang mau merenung dan memahaminya

Senin, 23 Juli 2018

Tour De Merapi 2018


Tour de Merapi merupakan agenda tahunan yg digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sejak tahun 2003.  Kegiatan tersebut bertujuan utk memperkenalkan potensi daerah yg patut dibanggakan. Mulai dari wisata alam, wisata budaya sampai wisata kuliner.


Pada tahun 2018 ini Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ingin memperkenalkan pasar tradisional yg memasarkan hasil dari pegiat UMKM setempat. Tema yang diambil berjudul : JAJAH DESA MILANG PASAR
 Sesuai dengan temanya, maka route sepanjang 100 km tersebut melewati beberapa pasar di kawasan Kabupaten Sleman. Setelah dilepas oleh Bupati Sleman H. Sri Purnomo pada hari Minggu, 22 Juli 2018 jam 08:00, sebanyak 594 sepeda motor yg semuanya berboncengan keluar dari lapangan Pemda Sleman. Jalur yang dilewati meliputi Pasar Gowok, Pasar Prambanan, Pasar Jambon, Pasar Pakem, Pasar Srowolan, Pasar Sleman, Pasar Nambongan, Pasar Ngino, Paar Godean, Pasar Nulis dan pos terakir di Desa Wisata Gamplong.


Acara yg diikuti oleh 1.188 orang tersebut berlangsung sangat meriah. Selama perjalanan, para peserta menikmati keindahan alam yang sangat eksotis. Untuk mengurangi kepenatan selama perjalanan, juga disediakan beberapa pos peristirahatan lengkap dengan suguhan makanan khas daerah setempat dan tarian tradisionil.
Pos 1 singgah di Candi Banyunibo dan Pasar Digital Banyunibo, lalu dilanjutkan ke Pos 2 di Desa Wisata Pentingsari. Untuk Pos 3 dipilih Pasar Srowolan yang notabene merupakan pasar para pahlawan zaman dulu. Untuk melengkapi sajian para peserta, Pos 4 diarahkan di Pasar Ngino yang memiliki olahan khas bebek. Satu lagi kuliner  khas Sleman, peserta masuk di Pos 5 di Pusat Kuliner Belut Godean.
 Pos terakir  yang juga merupakan titik kumpul terakhir peserta, dipilih Desa Wisata Gamplong, yang merupakan museum studio film Sultan Agung yang beberapahari sebelumnya dikunjungi Presiden Jokowi. Untuk mengobati peserta yang kebanyakan sudah capek perjalanan, panitia menyuguhkan hiburan musik dengan penyanyi lokal Yogyakarta. Lebih meriah lagi, banyak doorprize dari berbagai sponsor yang dibagi kepada semua peserta, mulai dari voucher, alat elektronik, sepeda gunung sampai sepeda motor.


Sebelum acara ditutup, panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari masyarakat yang ikut meramaikan acara tersebut, sponsor yang telah mendukung penuh selama acara sampai seluruh warga dari desa wisata yang telah menyambutnya selama perjalanan. Sampai ketemu lagi di tahun depan untuk Tour De Merapi 2019.
#TourdeMerapi2018 #wisatasleman #thelivingculture #eatplayfun #jelajahdesamilangpasar #pesonaliburansleman #ayokesleman #kulinersleman #belanjadisleman

Minggu, 15 Juli 2018

Melatih Disiplin Dari Diri Sendiri


Orang yang berhasil dan sukses, mereka memiliki pola hidup yang disiplin. Mereka memanfaatkan hal-hal yang dimiliki, untuk melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan masyarakat pada umumnya.
Bagi orang disiplin, melakukan sesuatu terasa ringan dan seolah-olah sudah menjadi kebiasaan.
Hal ini dapat dicontoh pada perhelatan Piala Dunia 2018 yang berlangsung akhir bulan Juni 2018 sampai pertengahan Juli 2018.
Berikut ini catatan kecil dari segelintir peristiwa di salah satu ajang bergengsi dunia, yang diperoleh dari beberapa sumber :
Jepang harus pulang dan kalah dalam pertandingan bola dengan Belgia, tapi Jepang malah mendapat apresisasi dunia,
Kok bisa???




Taukah anda bahwa :
1. Locker pemain Jepang adalah yg paling bersih dan rapi,
Di tengah permainan yg melelahkan dan tekanan untuk bermain yg terbaik untuk negara mereka, Pemainnya semua dengan kesadaran sendiri membersihkan locker mereka sendiri.
2. Tidak ada pemain yang bertengkar di lapangan dan mengkomplain keputusan wasit.
3. Di saat jepang kalah, supporternya tidak ada yg marah-marah maupun merusak fasilitas lapangan yang ada, para supporter malah bergotong royong membersihkan dan memungut sampah yang ada di lapangan sebelum mereka pulang.
4. Di saat pemain jepang kalah, mereka dengan sportif memuji lawan dan mengakui kekalahan mereka serta meminta maaf kepada publik dan berjanji akan berusaha lebih baik lagi kedepannya. Dan mereka benar-benar berusaha bukan sekedar omong doank.

Apa yang bisa kita pelajari dari etika sikap mereka?
1. Kerendahan hati
2.. Kesadaran diri yang tinggi
3. Menghargai orang lain
4. Disiplin
5. Tanggung jawab
6. Tidak berbuat curang.
7. Peduli kepada lingkungan.
8. Berani dan jujur mengakui kekalahan mereka dengan jiwa besar
9. Mau Belajar dari kekalahan mereka dan berjuang untuk lebih baik lagi.
10. Gigih berusaha, ulet dan pantang menyerah.
11. Sportif mengakui keberhasilan lawan.
12. Masyarakat jepang memberikan dukungan dan kepercayaan penuh bahwa pemain mereka sudah melakukan yang terbaik.
13. Pemain jg benar- benar berusaha keras berlatih dan menjaga kepercayaan yang di berikan masyarakat. Mereka akan sangat malu jika berbuat curang dan merusak kepercayaan yang di berikan.
14. Supporter dan pemain jepang itu berpikir sehat dan sadar kalo kekalahan permainan tidak ada hubungan dengan merusak fasilitas umum, beda dengan indonesia. Kalau sudah kalah ga nrimo, jangan harap supporter mungut sampah,  supporternya ga marah-marah dan ga berantem melulu aja uda syukur, fasilitas umum yg tidak bersalah dan tidak bergerakpun siap-siap jadi sasaran amukan emosi supporter indonesia
Bravo Japan
Negara kalian memang kalah di pertandingan bola dunia, tapi sikap pemain dan supporter kalian telah mengharumkan nama negara “Japan “ dan memenangkan hati semua orang di dunia atas etika sikap kalian yang terpuji
Semoga kita semua bisa lebih baik mendidik dan membentuk tabiat karakter didalam kalangan jamaah kita  untuk perubahan diri kita dan generasi masa depan kita

Senin, 02 Juli 2018

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK


 Setiap orang menghendaki hidupnya selalu lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Berikut ini ada langkah bagus yang dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul:  "THE LAST LECTURE"
Buku tersebut merupakan salah satu buku best-seller pada tahun 2007.""

Ada 3 kunci untuk membuat hidup Anda lebih baik, yakni : Personality,Community dan Life.

Berikut penjelasannya:

A. PERSONALITY:

*1*. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui dan rasakan.

*2.* Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang Anda jalani saat ini, secara positif

*3.* Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

*4*. Jangan paksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

*5.* Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

*6*. Bermimpilah saat anda bangun
(bukan saat tertidur).

*7*. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

*8*. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan saudara , pasangan dan teman Anda pada masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

*9.* Hidup terlalu singkat untuk membenci siapa pun itu.
Jangan pernah membenci.

*10*. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa kini Anda.

*11*. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.

*12*. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar.
Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat berlangsung seumur hidup.

*13*. Senyumlah dan tertawalah sesering mungkin agar Anda lebih dapat menikmati hidup ini

*14*. Anda tidak dapat selalu unggul dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan dan bertoleransilah

B. COMMUNITY:

*15.* Hubungi keluarga Anda sesering mungkin

*16*. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

*17*. Ampuni setiap orang untuk segala hal

*18.* Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

*19*. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

*20.* Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
Itu urusan mereka.
Jangan pikirkan hal tsb.

*21*. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda.
Tetaplah berhubungan baik dgn mereka dan lingkungan Anda.

C. LIFE

*22*. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.

*23.* Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.

*24.* Lakukan hal yang benar.

*25.* Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

*26*. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan beraktivitaslah !.

*27.* Yang terbaik belumlah tiba, tapi nikmati saja yg ada.

*28*. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

*29.* Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.

*30.* Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunnggu Tua.
Mati tidak menunggu sakit.
Nikmati hidup....
Sebelum hidup tidak bisa lagi dinikmati.

Sahabatku .....
Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku untuk membagikan tulisan ini kepada "orang" yang kita cintai, "teman" sepermainan kita, "teman" kantor, teman pada masa kecil /remaja maupun "orang" yang tinggal dengan kita.

Senin, 21 Mei 2018

Belajar Dari Bom Surabaya


Belum lama ingatan masyarakat tentang penyerangan jemaat saat ibadah di gereja kawasan Gamping, Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu, masyarakat kembali dikejutkan terjadinya bom bunuh diri di 3 (tiga) gereja sekaligus di Surabaya. Semua elemen masyarakat, mulai pribadi, komunitas sampai para pejabat negara berduka atas aksi teror tersebut,
Saat berkunjung ke lokasi ledakan bom, Presiden Jokowi menyatakan bahwa tindakan tersebut sungguh biadab dan diluar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tidak berdosa.  Bukan hanya masyarakat Indonesia yang berduka, namun dunia juga prihatin atas aksi tersebut. Pemimpin Gereja Katolik Roma Sedunia, Paus Fransiskus mengirimkan doa untuk para korban : "Bersama-sama, marilah kita memohon kepada Allah Sang Damai, supaya mengentikan kekerasan ini”.
Perlu diketahui bahwa setiap kejadian yang ada di muka bumi ini sudah ditulis oleh Alloh SWT sebagai kodarnya, lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, seyogyanya dapat memahami kejadian tersebut dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dialami sehari-hari. Meskipun TNI-POLRI sudah sungguh-sungguh dalam menjaga keamanan, masih dibutuhkan peran aktif warga masyarakat, agar kejadian serupa tidak terjadi di tempat lain.
Menengok pelaku bom di Surabaya yang diduga dilakukan oleh satu keluarga, maka seyogyanya setiap individu dapat mengoreksi diri terhadap perilaku keseharinya. Segala tindakan yang akan dilakukan harus diperhitungkan manfaat dan mudharatnya, baik bagi dirinya maupun orang lain. Yang perlu diperhatikan lagi, apabila melihat salah satu anggota keluarga atau ada keluarga lain terlihat kurang wajar dalam berperilaku sehari-hari, hendaknya segera melapor kepada aparat keamanan..
Bom yang terjadi di Surabaya ini, dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia dari berbagai agama, suku dan golongan untuk bersama-sama bersatu padu menjaga keamanan negeri ini. Tidak ada lagi perasaan kebencian dan kekerasan ataupun saling menghujat dan menghina serta mencari kesalahan orang lain, karena semua adalah saudara. Siapapun pelaku yang mengancam kemanan di masyarakat, menjadi musuh bersama bagi seluruh warga Indonesia.

Bingung Cari Laptop Yang Recommended…? ASUS Solusinya

  Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Country Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pr...