Jumat, 19 April 2019

Memancing Rezeki Dengan Berbagi


Harta yang dimiliki seseorang merupakan titipan Allah Yang Maha Kuasa, sehingga harus digunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pemilik. Praktek nyata pendekatan diri kepada-Nya dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan berbagi kepada sesama. Selain orang lain merasakan manfaatnya, sejatinya juga memberi manfaat kepada diri sendiri, baik selama hidup di dunia ataupun setelah meninggal.
Meskipun juga mendapat manfaat bagi dirinya sendiri, namun kenyataannya belum banyak orang mau berbagi dengan berbagai alasan. Saat  launching gerakan #JanganTakutBerbagi dari DompetDhuafa  di Mezzanine Cafe & Eatery Jl. Palagan, Yogyakarta pada Sabtu, 23 Maret 2019, Bambang, E.D, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa D.I. Yogyakarta menyatakan bahwa jumlah potensi zakat rakyat Indonesia tahun 2018 sebesar 17 trilliun per tahun, namun yang terealisasi melakukan zakat baru 6-8 trilliun per tahun. Ada beberapa penyebabnya antara lain merasa belum memiliki kelebihan harta, belum sadar terhadap kewajibannya, atau tidak mengetahui harus kemana membayarkannya.

Launching #JanganTakutBerbagi di Mezzanine Cafe & Eatery Jl. Palagan, Yogyakarta

Untuk mengatasi penyebab pertama dan kedua, dapat ditempuh dengan sosialisasi pentingnya mengeluarkan zakat/berbagi, sehingga masing-masing pribadi sadar terhadap kewajibannya. Yang perlu dipahami bahwa berbagi tidak harus menunggu harta berlebih. Asalkan memiliki jumlah penghasilan mencapai nishob (batas), saat itu pula zakat/berbagi harus dilakukan. Meskipun saat yang bersamaan juga membutuhkan dana yang lebih besar daripada biasanya, namun kewajiban zakat tetap harus didahulukan.
Untuk mengatasi faktor penyebab kedua, saat ini banyak lembaga penerima zakat yang siap menampungnya, sehingga para donatur dapat menyalurkannya melalui lembaga tersebut.  Salah satunya adalah Dompet Dhuafa yang sudah menyebar pada banyak kota di seluruh Indonesia. Semua dana yang diterima, akan dicatat dan dihimpun, kemudian disalurkan kepada warga yang layak untuk menerima manfaat. Dengan pembukuan yang akuntabel, semua dana yang masuk dari para wajib zakat/donatur dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam mengelola dana yang masuk, Dompet Dhuafa memilah menjadi dua program, yakni 35% Program Karitas (bantuan langsung) dan 65% program pemberdayaan. Dari kedua program tersebut, yang banyak dirasakan masyarakat secara luas adalah Program Pemberdayaan Ekonomi Mikro. Dalam program ini, Dompet Dhuafa menggunakan prinsip M3 (Mustahiq Move Muzaqi). Seorang mustahiq (penerima zakat) yang semula menerima bantuan, mereka didampingi untuk menjalankan usaha agar memiliki penghasilan. Hari demi hari usahanya meningkat dan penghasilan semakin bertambah, sehingga yang semula termasuk penerima zakat bergeser menjadi pemberi zakat (muzaqi). Begitu seterusnya, penerima zakat tingkat kedua juga dibimbing untuk melakukan usaha, yang mula-mula menerima bantuan (Mustahiq) dapat berubah menjadi pemberi bantuan (Muzaqi).
Salah satu penerima manfaat program M3 ini, warga di Dusun Plosorejo, Umbul Harjo, Cangkringan, Sleman, yang diberi bantuan sapi perah. Meskipun  awalnya menolak, karena sebelumnya sudah memelihara sapi potong, mengingat sebelumnya mereka budidaya sapo potong, sehingga kedatangan sapi perah merasa asing. Berkat kegigihan dan kesabaran pendamping dari  Dompet Dhuafa, lambat laun satu dua orang mulai tertarik.  

Kandang sapi perah milik warga di Dusun Plosorejo, Umbul Harjo, Cangkringan, Sleman

Melihat hasilnya yang menggiurkan, akhirnya warga semakin banyak yang beralih ke sapi perah. Untuk memudahkan pembinaan dalam budidaya dan penjualan hasil panen, akhirnya dibentuk Kelompok Rumah Susu. Dapat dibayangkan, yang pada awalnya tahun 2010 diberi bantuan 10 ekor sapi perah oleh Dompet Dhuafa D I Yogyakarta, sampai bulan Maret 2019 sudah berkembang menjadi lebih dari 200 ekor. Tentu saja penghasilan menjadi meningkat dan otomatis kesejahteraan dapat dirasakan bersama seluruh warga Rumah Susu tersebut.
Hal ini merupakan keberhasilan bersama antara para donatur,  Dompet Dhuafa  dan warga masyarakat. Donatur akan senang dan bangga melihat dana yang mereka berikan dapat membawa manfaat  jauh lebih besar daripada nilai uangnya. Dompet Dhuafa  semakin yakin bahwa program yang dibuatnya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Begitu pula masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan layak.

Saatnya memerah susu sapi

Masih banyak lagi manfaat yang sudah dirasakan masyarakat di berbagai daerah di tanah air. Apabila potensi zakat di Indonesia dapat lebih ditingkatkan, niscaya akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya. Meski tampak sekilas para donatur   mengeluarkan zakat yang otomatis hartanya berkurang, namun ternyata rezeqi mereka semakin lancar. Mulailah sekarang untuk berbagi, karena berbagi tidak harus menunggu harta berlebih. Bahkan dengan berbagi, dapat memancing rezeqi untuk dirinya. #JanganTakutBerbagi .

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Spirit Kartini Yang (Tidak) Kebablasan

Menjelang peringatan hari kelahiran R.A. Kartini, saya akan membagi tulisan barangkali dapat sebagai bahan refleksi bagi Kartini Zaman Now saat ini

Setiap tanggal 21 April, mulai dari kampung hingga tengah perkotaan di seluruh tanah air disibukkan dengan peringatan kelahiran Raden Ajeng (RA) Kartini. Meskipun kelahirannya sudah lebih dari satu abad, tetapi pejuang wanita tersebut masih menyimpan magnit yang luar biasa.
            Apabila diperhatikan lebih mendalam, dibalik berbagai perayaan diatas, masih menyisakan sesuatu yang ganjil (kurang pas), yakni hilangnya spirit. Suka cita perayaan kelahiran R.A. Kartini hanyalah ditonjolkan melalui peragaan busana, seperti peragaan baju kebaya, konde dan juga ada yang menjadikannya sebagai tuntutan atas kesetaraan gender. Padahal keterpurukan yang dialami kaum Hawa sejak yang dialami R.A. Kartini sampai saat ini, masih menjadi musuh utama.


Spirit Kartini
             Kartini merupakan idola kaum perempuan tempo dulu, kini hingga yang akan datang. Ketokohannya sangat diakui, lantaran ide-idenya yang cukup brilian, inspiratif dan menggugah banyak orang. Hampir setiap gagasannya mampu memberikan spirit terhadap kaum perempuan. Maka tidak mengherankan apabila jiwa R.A. Kartini dijadikan moment kebangkitan dan pemberdayaan kodrat perempuan saat ini.
            Gencarnya kampanye emansipasi wanita harusnya tak lantas menyamarkan kodrat perempuan sebagai pendamping laki-laki. Mengacu dari salah satu surat yang ditulis RA. Kartini untuk Nyonya Abendon pada bulan  Agustus 1900 antara lain berisi : “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya”, menunjukkan bahwa perjuangan kesetaraan Gender tidak lupa dengan kodratnya perempuan melahirkan anak, mendampingi pendidikan anak dan memastikan rumah tangganya tegak, mengingat perempuan sebagai tiang rumah tangga.
Para kaum perempuan yang hidup di era milenial seperti saat ini seyogyanya tidak memaknai emansipasi sampai kebablasan. Sangat banyak perempuan yang mengangkat emansipasi setinggi mungkin, namun lupa terhadap kodratnya sebagai anak, sebagai ibu, dan sebagai istri. Padahal harapan yang diperjuangkan RA. Kartini, agar mereka dapat berperan dan bertanggung jawab mendidik generasi penerus.
Kenyataan membuktikan bahwa saat ini perempuan belum sepenuhnya mampu bangkit, berdaya sesuai misi dan cita-cita R.A. Kartini. Atas nama agama, ekonomi, politik, sosial, gender, fisiologis, pendidikan dan sebagainya, perempuan jadi alamat korban penyimpangan sistem terstruktur. Apabila moment perayaan semacam ini direfleksikan kembali dengan menggali spirit R.A. Kartini yang benar, maka tidak akan ada lagi wanita yang jadi pelacur, masih bodoh, terbelakang (selalu diatur kaum laki-laki), wanita dianggap sebagai manusia kelas dua dan seterusnya.
Yang lebih memprihatinkan lagi, perempuan di era milenial ini justru menjadi korban kapitalistik. Dengan alasan ekonomi, mereka rela menjual harga diri, mengais materi ke negeri orang lain tanpa bekal kemampuan cukup sehingga jadi sasaran korban kekerasan para majikan, serta mudahnya wanita sebagai alat komersialisasi merek bintang iklan dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Apabila dikembalikan dengan semangat R.A. Kartini, semua kenyataan itu merupakan bentuk dehumanisasi atau menyalahi kodrat kewanitaan yang semestinya. Seharusnya cara untuk keluar dari keterpurukan tersebut, atau hitung-hitung untuk bisa bersaing dengan kaum laki-laki, bukan harus menjadi seperti itu. Melainkan harus berpendidikan luas, punya tanggungjawab diri sebagai wanita, dapat mengurus urusan rumahtangga dengan baik, mampu bersaing dan berjuang di pentas publik dan sebagainya
Jadi, dalam konteks kekinian harusnya yang perlu diteladani oleh generasi sekarang ialah semangat (spirit) pencerahannya yang substansial dan bukan pada aspek labelitas fisik yang berupa seremonial/ritual. Contoh-contoh brilian yang diusung Kartini ketika itu, khususnya bagi wanita, adalah mereka memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan sekolah, hak untuk melakukan aktifitas ke luar rumah, hak untuk memilih calon suami sesuai pilihannya. Namun di lain pihak, dia juga berusaha untuk menghindar dari pengaruh budaya Barat, walaupun dia juga mengakui bahwa kita harus perlu belajar dari Barat karena lebih maju dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Perempuan Milenial
Arti kehidupan sebenarnya seperti yang diangankan R.A. Kartini, bahwa perempuan kini harus lebih cerdas dan berpengetahuan, lebih berbudi pekerti luhur, beramal shaleh (baik) sesuai bidang kemampuannya, dan menghormati kodrat diri sendiri. Dengan begitulah secercah harapan R.A. Kartini tempo dulu dapat diwujudkan dan bisa mengangkat jiwa dan martabat bagi kaum perempuan masa depan.

Kamis, 18 April 2019

5 Cara Menghilangkan Stress


Kegiatan dan aktivitas sehati-hari, terkadang tidak sesuai dengan yang diangan-angankan dalam pikiran. Apabila salah dalam menyikapinya, tidak jarang dapat mengakibatkan stress. Apabila seseorang sudah menunjukkan tanda-tanda mengalami stress harus segera ada langkah mengantisipasinya. Pengetahuan seputar cara menghilangkan stress, menjadi sangat penting mengingat bahaya yang ditimbulkannya.



Berikut ini ada 5 cara mudah menghilangkan stress :
1.     Meluangkan Waktu Sebentar
Terkadang seseorang memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan dalam jangka waktu lama. Tidak menutup kemungkinan akan timbul rasa bosan dan jenuh. Sebelum kedua hal ini timbul, seyogyanya dapat berusaha meluangkan waktu sebentar di tengah-tengah mengerjakan tugas. Hal ini dapat menyegarkan pikiran kembali dan merasa bervariasi..
2.      Olahraga
Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa segala bentuk aktifitas fisik, baik latihan intensitas ringan maupun latihan interval intensitas tinggi, akan  membuat kadar endorfin meningkat. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami yamg bisa membantu membangkitkan perasaan bahagia fan tenang dalam diri. Dapat pula dengan  mengambil waktu untuk merutinkan diri melakukan kegiatan ringan, antara lain jalan-jalan setiap pagi hari sebelum berangkat kerja.
3.      Memilih Jenis Makanan Yang Tepat
Apabila sudah merasa stres dan penuh kegelisahan, sebaiknya makanan tinggi lemak jenuh dan makanan yang tinggi gula. Menurut ahli gizi, jenis makanan tersebut dapat mempengaruhi mood, sehingga menjadi salah satu solusi penghilang stress.
4.      Gunakan Minyak Essensial
Pada saat seseorang mengalami stres atau merasa cemas, otot-otot  didalam tubuh cenderung tegang, sehingga menyebabkan tubuh merasa lebih lelah dari biasanya. Keadaan ini dapat dikurangi dengan menggunakan minyak esensial seperti lavender dan chamomile untuk menenangkan pikiran. Dapat ditambahkan beberapa tetes ke telapak tangan dan hirup aroma di dalamnya. Kedua bahan tersebut dapat meredakan sakit kepala, stres dan juga ketegangan tubuh.

5.      Konsumsi Vitamin

Vitamin seperti minyak ikan, vitamin B dan folat bisa membantu mengobati perasaan cemas dan stres. Dikemas dengan asam lemak omega 3, minyak ikan dapat membantu menyeimbangkan mood dan mencegah jatuh sakit.

Salah satu dari kelima cara diatas dapat dilakukan oleh orang yang mengalami stress atau gejala menuju stress, sehingga pikiran terasa segar dan dapat berfungsi maksimal kembali. Dapat dipilih sesuai dengan kondisi yang dimiliki masing-masing orang.
Selamat mencoba...!.

Senin, 08 April 2019

Naoki Chicken & Cafe Tempatnya Makan Keluarga

             Menyikapi keadaan zaman yang semakin dinamis, saat ini banyak istri dalam sebuah rumah tangga yang memiliki pekerjaan di luar rumah. Pada satu sisi hal ini merupakan perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Namun pada sisi lain, ada sebagian kewajiban istri di rumah yang terbengkelai.
            Salau satu tugas yang agak terbengkelai yakni urusan masak-memasak untuk kebutuhan makan seluruh anggota keluarga. Dengan tuntutan pekerjaan, terkadang menuntut tenaga dan waktu yang ekstra, sehingga mengakibatkan istri tidak sempat masak meskipun jam makan telah tiba. Menyikapi keadaan demikian ini, Naoki Chicken & Cafe menyediakan paket nasi dan ayam di beberapa tempat di Yogyakarta

                                           Bapak dan Ibu beserta anaknya makan bersama

                                         
            Terhitung mulai tanggal 1 April 2019, Naoki Chicken & Cafe membuka cabang ketiga di Kalasan, setelah sebelumnya membuka outlet di Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman dan Kasihan, Bantul. Alamat lengkap cabang ketiga berada di Jl. Solo km 14 Dusun Kalibening, Kalasan (timur R.S. Bhayangkara, Kalasan). Istilah “Naoki” diambil dari bahasa Jepang yang berarti kejujuran. Berasal dari nama tersebut, Ny. Tutik, pemilik Naoki Chicken & Cafe  Kalasan bertekad ingin bertindak jujur kepada setiap pembeli yang datang. Caranya sangat sederhaa dengan menyesuaikan antara tulisan yang tertera di papan nama dengan barang/masakan yang disajikan.

Grand Opening Naoki Chicken & Cafe Kalasan
     
Berbagai macam olahan masakan berbahan dasar daging ayam, tersedia dalam banyak pilihan, lengkap dengan harganya


                                            Daftar Menu Naoki Chicken & Cafe Kalasan

            Lokasinya yang terletak di pinggir jalan raya Jogja-Solo, membuat mudah bagi setiap orang yang ingin mengunjunginya. Termasuk orang yang baru sekalipun akan mudah mencarinya. Meskipun belum genap seminggu sejak mulai buka outlet, namun sudah banyak pembeli yang datang.  Sebagian ada yang datang suami istri beserta anak-anaknya makan di tempat, ada pula yang dibungkus untuk dibwa pulang ke rumah.
            Bagi yang makan di tempat, selama masa promosi mulai tanggal 1 April 2019 sampai 14 April 2019, setiap membeli paket nasi + ayam,  mendapat gratis segelas teh.  Selain cocok dikunjungi satu keluarga bersama-sama, Naoki Chicken & Cafe juga cocok untuk generasi milenial. Dengan layanan WIFI yang tersedia, membuat para milenial betah makan bersama teman-temannya sambil ngobrol bareng. Tidak mengherankan tempat tersebut tidak pernah sepi pengunjung mulai buka jam 09:00 WIB sampai tutup jam 21:00 WIB.

Cocok Juga Untuk Tempat Nongkrong Anak Muda

Untuk meningkatkan pelayanan, juga menerima pesanan untuk berbagai acara, mulai dari rapat kantor, arisan, ulang tahun dan berbagai acara sejenis lainnya. Bagi yang berlokasi di seputaran Kalasan gratis ongkos kirim dengan minimal order 50 box.
            Inilah ujud kejujuran Naoki Chicken & Cafe dalam memberi solusi bagi keluarga yang tidak sempat masak di rumah, bagi anak muda yang ingin nongkrong sambil makan bersama temnannya dan bagi para pribadi ataupun kantor yang mengundang banyak orang untuk mencari sajian yang tepat. Agar kejujuran ini dapat dirasakan masyarakat lebih merata, dalam waktu mendatang akan dibuka Naoki-Naoki baru di tempat yang menyebar di seluruh Yogyakarta bahkan Indonesia

Kamis, 28 Maret 2019

Berbagi Tidak Perlu Menunggu Harta Lebih


Kerukunan dalam masyarakat akan terwujud apabila seluruh warganya memiliki jiwa mau berbagi terhadap warga lainnya. Ujud berbagi ini tidak harus berujud materi ataupun uang, namun dapat mulai dari hal kecil misalnya memberi senyuman kepada teman,  mengeluarkan tenaga dan mengorbankan waktu untuk membantu orang yang membutuhkan serta berbagi ilmu bermanfaat juga merupakan bentuk-bentuk berbagi.
Untuk berbagi dalam bentuk uang, kebanyakan masyarakat merasa takut dan khawatir hartanya berkurang. Mereka mau berbagi dan bersedekah kepada orang lain apabila hartanya sudah berlebih. Apabila menunggu memiliki harta berlebih, niscaya tidak mungkin, karena kenyataan membuktikan bahwa bila orang sudah memiliki emas satu gunung, maka mereka akan pingin satu gunung lagi.
Untuk menyadarkan masyarakat agar mau berbagi kepada sesama, maka pada hari Senin, 25 Maret 2019 Dompet Dhuafa D I Yogyakarta mengadakan launching bertema #JanganTakutBerbagi di Mezzanine Cafe & Eatery Jl. Palagan, Yogyakarta. Acara yang dihadiri oleh komunitas blogger dan berbagai media massa tersebut, ingin mengajak masyarakat untuk berani berbagi kepada sesama.

                              Saat Launching #JanganTakutBerbagi di Mezzanine, Yogyakarta

Dihadapan peserta launching, Bambang, E.D Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa D I Yogyakarta menyatakan bahwa jumlah potensi zakat rakyat Indonesia tahun 2018 sebesar 17 trilliun per tahun, namun yang terealisasi melakukan zakat baru 6-8 trilliun per tahun. Hal ini perlu pengertian dan kesadaran semua pihak untuk melakukan kewajiban yang sudah ditentukan tersebut.
Selama ini, sedekah yang masuk ke Dompet Dhuafa D I Yogyakarta dihimpun dan dikelola kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu dari sekian banyak yang dirasakan masyarakat adalah program MMM (Mustahiq Move Muzaqi). Seorang mustahiq (penerima zakat) yang semula menerima bantuan dari Dompet Dhuafa, kemudian didampingi untuk menjalankan usaha sesuai dengan bakat diri dan memaksimalkan potensi tempat tinggalnya akhirnya memiliki peningkatan penghasilan. Hari demi hari penghasilannya semakin bertambah, sehingga mereka termasuk orang yang tidak perlu dibantu lagi (muzaqi) bahkan sudah mampu membantu kepada tetangga dekatnya. Begitu seterusnya, yang mula-mula menerima bantuan (Mustahiq) dapat berubah menjadi pemberi bantuan (Muzaqi).
Salah satu penerima manfaat dari program MMM adalah Alam seorang warga Gunungkidul yang diberi bantuan untuk budidaya Aloe Vera. Pada awalnya Dompet Dhuafa D I Yogyakarta memberikan bibit Aloe Vera kemudian Alam mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanamnya. Meskipun pada mulanya banyak warga merasa pesimis dengan langkah tersebut, namun Alam tidak segan-segan memberi contoh yang akhirnya sampai panen.  Melihat hasil panen tersebut, warga yang semula menolak, lambat laun mencoba mengikutinya.

                             Mr. Kriuks salah satu hasil olahan Aloe Vera warga Gunungkidul

Sampai saat ini, sebagian besar warga kampung menjadikan  budidaya Aloe Vera sebagai pekerjaan yang menjanjikan. Bahkan dengan perkembangan waktu, untuk meningkatkan pendapatan, hasil panen Aloe Vera dibuat minuman dan berbagai makanan seperti dodol, permen dan keripik yang nilai jualnya lebih tinggi apabila dibanding dengan dijual dalam ujud bahan mentah.
 Ada lagi penerima manfaat program MMM di Dusun Plosorejo, Umbul Harjo, Cangkringan, Sleman, yang diberi bantuan sapi perah. Sama halnya dengan warga Gunungkidul yang pada awalnya menolak, berkat kegigihan dan kesabaran Dani sebagai pendampingnya, lambat laun satu dua orang mulai tertarik. Maklum saja mereka menolak, mengingat sebelumnya mereka budidaya sapo potong, sehingga kedatangan sapi perah merasa asing.
Warga lereng Gunung Merapi yang tergabung dalam Kelompok Rumah Susu tersebut, yang yang pada awalnya tahun 2010 diberi bantuan 10 ekor sapi perah oleh Dompet Dhuafa D I Yogyakarta, sampai bulan Maret 2019 ini sudah berkembang menjadi lebih dari 200 ekor. Tentu saja penghasilan menjadi meningkat dan otomatis kesejahteraan dapat dirasakan bersama seluruh warga Rumah Susu tersebut.

                                      Ny. Hartini, salah satu anggota kelompok Rumah Susu 

Dua keberhasilan warga D.I. Yogyakarta diatas, hanya sebagian kecil dari penerima manfaat Dompet Dhuafa. Masih banyak lagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang juga merasakan manfaatnya. Namun juga masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Dompet Dhuafa selalu siap menerima dan menghimpun zakat dari masyarakat yang kemudian menyalurkannya kepada pihak yang layak menerima. Mulailah sekarang untuk berbagi, karena berbagi tidak harus menunggu lebih. #JanganTakutBerbagi.

Selasa, 19 Maret 2019

Bijak di Dunia Maya, Rukun di Dunia Nyata


Memasuki era industri 4.0, hampir segala sendi kehidupan manusia sehari-hari dilakukan melalui online. Tidak mengherankan apabila informasi semakin mudah didapat dan komunikasi semakin cepat dijangkau. Namun sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar dan obyektif, yang bahasa kerennya sering disebut “hoax”.



 Hal ini tidak dapat dihindari mengingat setiap individu bebas membuat konten berita sesuai dengan keinginannya. Meskipun Kementerian Komunikasi dan Informasi RI (Kemkominfo RI) telah membuat situs aduan “berita hoax”, namun ternyata jumlah aduan dari masyarakat yang masuk tidak sebanding dengan “berita hoax” baru yang muncul. Akibatnya berita menyesatkan tersebut terus tumbuh semakin subur.
Sebenarnya pembuat “berita hoax” tidak terlalu besar dampaknya di masyarakat, namun yang lebih membahayakan adalah penyebarnya. Kenyataan membuktikan bahwa dengan banyaknya media sosial yang ditandai dengan munculnya anggota group dari berbagai komunitas, menjadikan berita mudah dan cepat menyebar. Tanpa memahami berita yang diterima, dengan menggunakan dua jarinya, mereka langsung menyebarkan kepada teman dalam komunitasnya. Teman tersebut menyebarkan kepada temannya lagi dan begitu seterusnya. Inilah yang menjadikan “berita hoax” menyebar tanpa kendali.
Untuk menghindari atau mengurangi penyebaran “berita hoax” seperti tersebut diatas, sudah selayaknya masing-masing individu dapat mempraktekkan kata bijak yang berbunyi “ saring sebelum “sharing”, atau dalam bahasa Inggris sering disebutkan “thinking before posting”. Apabila hal ini dapat dilakukan setiap individu, niscaya “berita hoax” tidak akan menyebar bebas, sehingga dapat menciptakan kondisi bijak di dunia maya dan rukun di dunia nyata.



Hal ini sesuai tema yang diambil dalam FORUM DIALOG & LITERASI MEDIA SOSIAL, yang diadakan oleh Suara Muhammadiyah bekerjasama dengan Kemkominfo RI, pada hari Sabtu, 16 Maret 2019 di Hotel Cavinton, Yogyakarta.  Dalam pengantarnya, Prof. Dr. H. Ahmad Syafi'i Maarif menyampaikan agar masing-masing individu dapat menggunakan sosial media dengan bijak, sehingga tidak terjadi perang di dunia maya dan pecah di dunia nyata.
Dalam acara tersebut, dihadiri oleh berbagai agama dan komunitas yang ada di D.I. Yogyakarta dan sekitarnya. Sebagai tanda untuk bersama-sama bersosial media yang bijak, para narasumber dan perwakilan peserta memakai rompi dengan bentuk dan warna seragam.  Hal ini sebagai simbol bahwa masing-masing sudah satu kata dan tindakan untuk mewujudkan kondisi bijak di dunia maya dan rukun di dunia nyata.

Selasa, 12 Maret 2019

Tamu Ibis Yogyakarta Malioboro Makin Dimanjakan


Akhir-akhir ini banyak destinasi wisata baru bermunculan di Yogyakarta sebagai Kota Wisata. Akibatnya jumlah wisatawan makin bertambah dari waktu ke waktu, baik domestik maupun mancanegara. Ibis Yogyakarta Malioboro ingin menyambut para wisatawan tersebut dengan berbagai menu makanan yang selalu inovasi.



Setelah para wisatawan merasa puas dengan objek wisata yang telah dikunjunginya, biasanya mereka ingin mencari tempat makan yang “recomended”. Ibis Yogyakarta Malioboro siap menyambutnya dengan Ibis Kitchen Restaurant dan ibar-ibis Bar Relationship yang selalu inovasi rasa. Di bulan Maret 2019 ini ada tiga menu baru yang bikin lidah semakin asyik bergoyang bagi setiap yang merasakannya, antara lain : Milky Yuzu, Favorita Sandwich dan Bebek Manalagi,
Saat tamu merasa gerah dan haus serta mengiginkan yang segar-segar, Milky Yuzu pantas menjadi solusinya. Dengan harga Rp 25.000 net per gelas, minuman berbahan dasar susu dan soda beserta bahan campuran lainnya ini dapat mengusir rasa haus dan terasa relax bagi setiap yang menikmatinya..
Bagi yang merasa lapar namun tidak selera dengan makan nasi, Favorita Sandwich dapat menjadi pilihan. Perpaduan unik daging ayam mozzarella dan sayuran dengan French fries ini cocok bagi yang sibuk namun tidak ingin melewatkan jam makan siang atau malam.  Dengan porsinya yang cukup besar, apabila satu posri merasa kelebihan, dapat dimakan berdua bersama teman atau orang yang dikasihi.
Sudah menjadi kebiasaan dari nenek moyang sejak dahulu, bahwa orang Indonesia belum merasa kenyang apabila belum makan nasi, maka Ibis Yogyakarta Malioboro juga tanggap dengan hal ini. Akhirnya dibuat Bebek Manalagi yang merupakan salah satu dari ketiga menu baru bulan Maret 2019 ini. Menu buatan Chef Eka Surjawigena dengan harga Rp 65.000 net per porsi ini, terdiri dari nasi, bebek goreng beserta bahan rempah lainnya yang siap menggoyang lidah bagi siapa saja yang menyantapnya.
Dengan konsep unik semi outdoor dan modern dipadu dengan klasik, menjadikan Ibis Yogyakarta Malioboro bukan saja khusus bagi sisatawan, namun cocok pula bagi pebisnis dan kawula muda untuk mengadakan pertemuan dengan santai. Dengan posisi Ibis Kitchen Restaurant dan ibar-ibis Bar Relationship yang berada di lantai dua yang didukung dengan regular music dan DJ deep house music, dapat membuat atmosphere berbeda bagi setiap tamu yang mengunjunginya dan mereka merasa semakin dimanjakan


Bingung Cari Laptop Yang Recommended…? ASUS Solusinya

  Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Country Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pr...