Rabu, 04 Agustus 2021

Merdeka dan Pandemi Covid_19

 Bulan Agustus ibarat bulan kemerdekaan bagi bangsa Indoesia. Mendengar kata merdeka, mengingatkan kembali terhadap perjuangan para pahlawan terdahulu dalam meraihnya. Untuk menghargainya, setiap warga yang hidup di zaman sekarang ini wajib mengisi kemerdekaan dengan mendukung program pembangunan dan kebijakan yang dibuat pemerintah. Termasuk upaya mencegah penyebaran virus corona (covid_19) seperti belakagan ini.

 



Perlu dipahami bersama bahwa sejak awal bulan Maret 2020 dinyatakan bahwa covid_19 sudah merambah ke Indonesia termasuk Yogyakarta. Banyak orang yang jatuh sakit bahkan tidak sedikit yang kehilangan anggota keluarga dan atau teman karena meninggal dunia akibat serangan virus yang notabene disebut ganas ini.

Menyikapi hal ini, berbagai upaya pencegahan dan penyebarannya sudah dilakukan pemerintah. Antara lain setiap warga wajib mematuhi ptotokol kesehatan melalui gerakan 5M sebagai pelengkap gerakan 3M yang dibuat sebelumnya, yakni: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Namun kenyataannya, hingga saat ini perkembangan dan penyebaran covid_19 belum mereda. Sebagai langkah antisipasi, belum lama ini pemerintah mengeluarkan kebijakan baru melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri  Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali

 



Sebagai umat Islam yang juga menjadi bagian dari warga negara Indonesia, juga memiliki kewajiban mematuhi berbagai kebijakan diatas. Hal ini sebagai langkah nyata dalam menghidupkan semangat para pahlawan terdahulu dalam merebut kemerdekaan. Ujud perjuangan saat ini bukan berperang melawan musuh/penjajah, tetapi berperang melawan hawa nafsu untuk menjauhkan rasa egois dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah mencegah penyebaran covid_19 saat ini.

Masing-masing perlu menata hati dan memiliki pikiran bahwa covid_19  tidak perlu ditakuti, tetapi juga tidak boleh diremehkan apalagi sombong. Langkahnya, didalam melaksanakan aktivitas sehari-hari selalu berusaha mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan PPKM ataupun peraturan lain yang dibuat pemerintah  . Dibutuhkan kesadaran seluruh warga masyarakat Indonesia.

Datangnya hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2021 ini, dapat dijadikan momen untuk mengingatkan kembali kepada seluruh warga Indonesia, agar dapat mengisi kemerdekaan dengan mematuhi protokol kesehatan dan upaya lain  pemerintah dalam mencegah penyebaran covid_19.

Selamat Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia

Kamis, 18 Februari 2021

Tips Cara Kerja Cerdas

 

Kerja cerdas menurut definisi setiap orang berbeda-beda, menyesuaikan dengan kepribadiannya. Pada intinya, kerja cerdas berarti fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Harus bisa menelaah pekerjan sehari-hari, mengetahui mana yang menjadi prioritas dan yang harus didelegasikan kepada orang lain.





            Untuk mewujudkan kerja cerdas dibutuhkan strategi tepat untuk tugas yang tepat pula. Terdapat beberapa trik kerja cerdas di bawah ini :

1. Persiapan Matang

Apabila suatu hal sudah disiapkan dengan matang, maka dalam proses pengerjaannya akan semakin mudah dan cepat pula. Itulah yang diharapkan dari kerja cerdas. Persiapan yang matang juga akan membuat rasa percaya diri lebih tinggi karena tubuh dan pikiran sudah siap dengan apa yang dilakukan.

2. Buat Prioritas

Bekerja cerdas juga beraarti  mampu menempatkan prioritas. Perlu dibuat skala prioritas dalam setiap pekerjaan. Lebih baik makukan pekerjaan yang prioritas terlebih dahulu dibanding memikirkan hal-hal kecil yang tidak berpengaruh besar. Hal ini membutuhkan perhatian ekstra

3. Buat Jadwal Pekerjaan

Agar pekerjaan lebih tertata, perlu dibuat kadwal pekerjaan harian, mingguan atau bahkan bulanan. Ini bisa menjadi panduan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai alur yang diharapkan. Jika sudah terbiasa, maka ritme kerja akan lebih baik dan bisa meminimalisasi waktu yang terbuang untuk kerja yang tidak perlu.

4. Fokus Pada Tujuan

Agar tidak mudah tergoda dengan hal-hal lainnya, maka dibutuhkan fokus pada apa yang ingin dicapai. Penting pula untuk berani mengatakan ‘tidak’ untuk pekerjaan yang dirasa bukan menjadi tanggung jawabnya. Ingat, multi tasking memang bagus, tetapi bukan berarti menjadi baik untuk selalu dilakukan.

5. Fleksibel

Membuat jadwal pekerjaan tidak semata-mata untuk membuat begitu terpaku pada apa yang sudah direncanakan. Mengingat waktu berubah, lingkungan dan kondisi pun bersifat dinamis, terkadang prioritas menjadi ikut berubah. Maka dibutuhkan fleksibel dalam menyikapi dinamika zaman

6. Membuat Delegasi Kepada Orang Yang Tepat

Mendelegasikan tugas atau pekerjaan  kepada orang lain juga sebagai bagian dari kerja cerdas. Untuk meringankan beban, perlu mendelegasikan tugas kepada  orang-orang terkait, yang bisa dipercayai. Dengan demikian, bisa memanfaatkan waktu yang lebih efektif dan efisien.

 

 

Itulah beberapa strategi dan trik kerja cerdas. Yang perlu diingat bahwa cara kerja cerdas berbeda-beda, tergantung setiap orang yang menerapkannya. Apabila hal ini dapat dilakukan, maka tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga, tetapi pekerjaan selesai dengan lebih baik dan tetap produktif.

Minggu, 14 Februari 2021

Tips Agar Laris Jualan Online

 

Berkembangnya pandemi covid-19 mengubah kebiasaan orang, baik dalam bekerja, belajar, termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kerja dari rumah, belajar cukup di rumah dan belanja juga hanya dari rumah. Maka tidak aneh dengan adanya fakta, penjualan online meningkat lebih dari 400 Persen ( Sumber : Cnnindonesia, liputan6 ). Hal ini menjadi alasan juga kenapa banyak bisnis offline seperti toko retail ataupun Mall sepi dan tutup.

 




Meskipun banyak yang terdampak negatif dengan adanya pandemi ini, tetapi pada sisi lain, ada peluang yang bisa didapatkan dengan adanya kondisi ini. Punya hobi masak, bisa jualan kuliner lewat online di gofood. Punya hobi ngajar, bisa buat kelas online. Punya hobi produk kerajinan, bisa dipasarkan dengan online. Bahkan yang hobi main game pun bisa menghasilkan dari online.

 

Dengan potensi dan kemudahan yang ada, siapapun bisa berjualan online. Tidak heran jika mereka ramai – ramai beradaptasi dengan memindahkan produknya untuk dijual online, baik di sosial media, marketplace, website atau aplikasi pihak ketiga.

 

Sayangnya walau peluang memasarkan produk secara online terbuka luas namun masih banyak yang belum maksimal  Mereka masih kebingungan bagaimana memasarkan produknya. Berikut terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi penjual online agar dagangannya laris, yakni :

1. Memilih High Traffic Media

Semakin banyak pengunjung media sosial, maka  semakin mudah menemukan calon pembeli di media tersebut. Contoh media penjualan yang traffic atau pengunjungnya sangat tinggi antara lain Whatsapp, Facebook dan instagram.

2. Memahami Algoritma Media

Algoritma adalah sistem yang mengatur sosial media tersebut untuk memunculkan postingan mana yang dimunculkan lebih dahulu. Tidak semua yang kita posting bisa dilihat banyak orang,  kecuali kita memahami algoritmanya dan melakukan sesuai apa yang diinginkan algoritma tersebut.

Masing – masing media berbeda algoritmanya, maka gak jarang kita merasa sudah sering posting, padahal hanya sedikit yang baca postingan kita tersebut.

3. Menjual Produk dengan kategori minat tinggi

Seringkali penjual online memaksakan menjual produk yang menurutnya bagus. Padahal jika ingin laris, seharusnya menjual produk yang diinginkan masyarakat, karena keuntungan akan datang dari penjualan. Produk yang sampai saat ini masih tinggi peminatnya antara lain : seputar produk kesehatan , kuliner, fashion, dam edukasi.

 

4. Membuat postingam pada jam ramai.

Jam ramai ini berhunungan dengan saat dimana orang paling banyak membuka sosial media atau membuka gadgetnya. Biasanya banyak dilakukan orang pada  waktu sebelum aktivitas (Pagi antara jam 6.30 -8.00), waktu istirahat (Siang antara jam 12.00 – 13.00) dan waktu selesai beraktivitas (Malam antara jam 19 – 21.00)

 

Beberapa tips diatas dapat dijalankan para pebisnis online, agar jualannya  laris.  Meski  sederhana, tetapi apabila dipraktekkan secara menyeluruh dan konsisten, niscaya akan memberikan efek positif hasilnya signifikan.

Rabu, 03 Februari 2021

Berani Mengakui Kesalahan

 Alloh SWT menciptakan sesuatu di dunia ini dalam keadaan berpasangan, antara lain ada benar ada salah. Termasuk pula tindakan setiap manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari pasti ada yang benar dan salah. Dalam hal tindakan benar, semua manusia pasti mau mengakui bahwa hal tersebut dirinya yang melakukan. Tetapi apabila melakukan kesalahan, hanya sedikit yang mau nmengakuinya.




Dalam ilmu psikologi, dikenal istilah defense mechanism, yakni strategi mempertahankan diri yang dilakukan oleh ego untuk lepas dari kecemasan atau dari sesuatu yang tidak mengenakkan. Bentuknya ada beberapa macam, yakni rasionalisasi (mempertahankan diri dengan cara mencari-cari alasan yang masuk akal untuk pembenaran), represi (menghindari keadaan yang menyakitkan dengan cara menekannya ke dalam diri sehingga seolah-olah tidak ada masalah), dan proyeksi (strategi mempertahankan diri dengan cara menyalahkan orang lain sebagai penyebab dari permasalahan yang dialami).

Berdasarkan teori diatas, menunjukkan bahwa setiap orang akan berusaha menghindar dari kesalahannya sendiri. Padahal langkah tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan, mengingat  tindakan kesalaham juga sudah ditulis dalam qodar Alloh SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam  HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139 yang berbunyi  : “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”.

Sebagai umat Islam yang juga termasuk anak turun Nabi Adam AS,  otomatis tidak akan terhindar dari kesalahan itu. Memamng pada kenyataannya, mengakui kesalahan tidak mudah dan bahkan sebagian merasa malu. Harus diyakini bahwa melakukan kesalahan tidak akan merusak hidup seseorang, asalkan mau memperbaiki keadaan dengan bertanggung jawab.

Alangkah indahnya apabila sikap seperti ini daspat dilakukan oleh setiap manusia yang ada di dunia termasuk Indonesia, mulai dari warga biasa, para tokoh masyarakat  dan tokoh agama sampai para pejabat negara. Mereka menjadikan kesalahan sebagai koreksi untuk terus belajar memperbaiki diri sebagai manusia yang berakal budi.

Berani mengakui kesalahan termasuk perbuatan yang mulia, karena dengan mengakui kesalahan berarti menyatakan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang bisa keliru. Karena yang tidak pernah salah hanyalah Alloh SWT

Rabu, 27 Januari 2021

Mengusir Rasa Malas

 


Rasa malas bisa menghinggapi setiap manusia. Kemalasan merupakan penyakit hati yang bisa melumpuhkan potensi seseorang dan membuat aktivitas harian menjadi tidak produktif. Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa malas yang sering dikenal dengan istilah mager ini sangat sulit dihindari apabila tidak dengan kemauan dari dalam diri yang kuat.





Menurut beberapa peneliti, kurangnya motivasi karena rasa malas semacam ini kebanyakan dipengaruhi oleh faktor biologis. Bukan sekadar sikap dan kebiasaan atau suasana hati maupun lingkungan sekitar. Rasa malas ini bukan hanya dialami umat yang hidup zaman sekarang, tetapi juga dialami sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Ini terbukti dalam hadis Bukhori, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memohon kepada Alloh SWT agar terlindungi dari rasa malas tersebut. Bunyinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia."

Tulisan ini tidak membahas sejak kapan rasa malas ini mulai dialami manusia, tetapi cenderung mencari langkah untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa cara, antara lain :

1. Pola hidup sehat

Praktek hidup sehat adalah dengan makan makanan bergizi secara teratur, istirahat cukup dan olahraga terukur. Apabila  nutrisi dalam tubuh terpenuhi, maka akan  segar dan berenergi dalam beraktivitas sehari-hari. Termasuk dala kriteria istirahat cukup, jam tidur sehari semalam 6-8 jam dan tidak tidur terlalu larut malam. Olahraga terukur merupakan porsi gerakan fisik yag disesuaikan dengan usia.

2. Membuat  daftar kegiatan harian

Segala yang akan dilakukan seseorang, mulai bangun tidur hingga sebelum tidur hendaklah dibuat tulisan. Dengan adanya daftar kegiatan harian ini, menjadikan seseorang akan berusaha melakukan sesuatu dengan baik dan cepat agar semua daftar yang telah dibuat dapat terlaksana semua.

3. Tidak menunda

Berdasarkan rencana kegiatan yang sudah dibuat, seyogyanya untuk dilakukan sekarang juga, tanpa perlu diunda. Penundaan sesuatu hal akan membuat beban menjadi lebih berat. Usahakan untuk segera melakukan tugas ataupun hal yang kecil sekalipun.

Masih banyak lagi cara untuk menghilangkan rasa malas, namun setidaknya, dengan melakukan beberapa hal diatas, seseorang akan selalu terasa segar dan berenergi yang dapat melawan rasa malas dalam diri. Dengan demikian aktivitas harian, baik urusan ibadah kepada Alloh SWT maupun maisyah untuk kepentingan duniawi akan terasa ringan dilakukan.

Rabu, 20 Januari 2021

Meraih Kebahagiaan Hidup

 


Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Apapun akan diupayakan untuk meraihnya dan jalan apapun akan dilalui demi mendapatkannya.  Kebahagiaan tidak selalu berupa kemewahan dan keberlimpahan materi duniawi.



Kebahagiaan merupakan sesuatu hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur dengan angka-angka tertentu dan tidak bisa dibeli dengan rupiah maupun dolar. Kebahagiaan hanya dapat dirasakan oleh seorang manusia dalam dirinya. Salah satu ujudnya, antara lain hati yang tenang, dada yang lapang dan jiwa yang tidak dirundung malang. Rasa bahagia ini muncul dari dalam diri seseorang dan tidak bisa didatangkan dari luar.

Meskipun banyak pustaka dan referensi yang menyebutkan beberapa kunci meraih kebahagiaan, namun sebagai muslim selayaknya dapat mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis riwayat Dailami disebutkan bahwa : “Ada empat perkara dari kebahagiaan seseorang, yaitu : pasangan hidup  yang sholihat, anak–anak  yang baik/berbakti, pergaulaannya adalah dengan orang–orang yang sholeh dan rizkinya di negerinya sendiri”. 



Pasangan hidup yang sholihat, berupa istri yang menghormati dan menghargai suaminya.  Mereka selalu mendukung kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan suami untuk kepentingan dunia dan akhirat. Anak yang baik/berbakti, mereka akan  tunduk dan patuh kepada kedua orangtuanya. Juga selalu mendengar nasihat dan menjalankan perintahnya. Selain membuat bahagia bagi kedua orangtuanya, anak yang demikian ini akan menjadi investasi pahala yang terus mengalir.

 Bergaul dengan orang–orang yang sholeh, hal ini sangat penting, mengingat zaman yang serba online ini komunikasi hampir tidak bisa dibatasi. Baik di dunia nyata maupun maya, dibutuhkan selektif dala memilih orang lain dijadikan sebagai teman bergaul.. Karena baik-buruknya seseorang sangat tergantung dengan teman bergaul sehari-harinya. Rezeki di negerinya sendiri bernaksud seseorang yang bekerja di sebuah tempat, yang mana tempat tersebut mudah berkomunikasi dengan keluarga setiap saat. Apabila jarak geografisnya terjangkau, maka seriap hari bisa ketemu dan kounikasi secara langsung. Namun apabila letak geografisnya berjauhan dan tidak mungkin tatap muka secara langsung,  yang penting berusaha untuk selalu komunikasi, baik lewat telpom atau media komunikasi lainnya. .



Apabila keempat hal diatas sudah bisa dimiliki, niscaya rasa bahagia akan dapat dirasakan setiap anggota keluarga dalam sebuah rumah tangga. Kebahagiaan hidup inilah yang dibutuhkan dan didamabakan setiap orang di dunia ini..

 

Jumat, 15 Januari 2021

Mengambil Hikmah Dari Pandemi Covid_19

 

Dalam surat Al-Ankabut ayat 3 Alloh SWT berfirman : “Dan sungguh Aku telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sungguh Alloh akan membuktikan orang-orang yang benar imannya dan orang yang imannya dusta”. Termasuk pandemi Virus Corona (covid_19) yang menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia ini juga merupakan cobaan dari Alloh SWT.

Selain bertujuan mengetahui tingkat keimanan seseorang, adanya cobaan ini juga berfungsi sebagai pelebur dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis Tirmidzi,  : “Tidak henti-hentinya cobaan melanda seorang hamba sehingga dia berjalan diatas bumi tanpa mempunyai dosa lagi”.




Dalam firman Alloh SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW diatas menunjukkan bahwa untuk mengetahui tingkat keimanan seseorang, Alloh akan memberi cobaan. Selain itu, cobaan juga berfungsi sebagai koreksi diri terhadap tindakan masing-masing, agar mereka bebas dari segala jenis dosa..

Wabah covid_19 yang sudah hampir satu tahun melanda di seluruh belahan dunia ini, sebenarnya merupakan bukti kecintaan Alloh SWT sekaligus sebagai cobaan yang harus diterima seluruh manusia. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang tidak percaya adanya covid_19 dan cenderung menyalahkan berbagai pihak.




Salah satu bukti di lapangan, meskipun sudah banyak korban orang meninggal dunia dan masih sekian banyak orang sedang dalam pengobatan dan dalam pemantauan medis, tetapi masih ada sebagian orang tidak percaya adanya covid_19 ini. Bahkan lebih parah lagi, mereka mengatakan bahwa manusia tidak perlu takut virus, karena  takut itu hanya kepada Alloh SWT dan takut kepada virus termasuk syirik.

Mendengar anggapan terakhir ini sangat memprihatinkan, karena menunjukkan bahwa mereka tidak percaya terhadap kodar Alloh SWT. Padahal dalam sebuah riwayat hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, semua hal yang terjadi di dunia ini sudah ditulis dalam kalam Alloh SWT.





Sebagai orang iman yang percaya terhadap kodar Alloh SWT, seyogyanya dapat bersikap bahwa pandemi covid_19 merupakan salah satu cobaan  hidup. Setiap orang harus berusaha menjauhinya dengan menjalankan protokol kesehatan, sekaligus makin mendekat kepada Alloh SWT dengan meningkatkan ibadah sesuai yang telah ditentukan dalam agama.

 

 

 

Bingung Cari Laptop Yang Recommended…? ASUS Solusinya

  Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Country Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pr...