Sabtu, 21 April 2018

Perempuan Berperan Melestarikan Batik

Batik merupakan kerajinan dengan nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Namun belum semua masyarakat punya rasa memiliki terhadap warisan yang sangat berharga tersebut. Hal ini dibutuhkan rasa cinta terhadap batik, sehingga warisan luhur tersebut tetap lestari
Lahirnya batik tidak lepas dari perkembangan kebudayaan kerajaan-kerajaan Jawa dan penyebaran ajaran Islam di Jawa. Majapahit dikenal sebagai masa asal mula adanya batik. Saat tersebut membatik merupakan kegiatan yang dilakukan didalam kerajaan/keraton dan hanya terbatas untuk pakaian raja. Namun lambat laun batik mulai meluas dikerjakan oleh warga karena banyaknya abdi dalem yang tinggal di luar komplek keraton.
Pada masa kerajaan tersebut, kebanyakan pembatik merupakan perempuan yang mengisi waktu senggang. Para kaum perempuan menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian. Tidak dipungkiri bahwa pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan. Dengan perkembangan waktu akhirnya batik tidak terbatas hanya tulis, melainkan ada pula batik cap yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Bermula dari kondisi ini, akhirnya batik mulai menyebar ke berbagai daerah yang akhirnya dikenal oleh masyarakat umum seperti saat ini.
Mengingat hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik khas masing-masing, baik dari corak, pewarnaan, motif, dan bahan pewarna, serta cara pembuatannya, maka  pada 2 Oktober 2009, UNESCO yang merupakan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan mengakui bahwa batik merupakan hasil kebudayaan tak benda yang dimiliki Indonesia. Sebuah penghargaan luar biasa yang patut dibanggakan dan harus dipertahankan. Ujud nyata  rasa banggan berupa perasaan cinta pada batik dan selalu berusaha melestarikannya, agar generasi mendatang juga dapat menikmati dan merasakan indahnya nilai seni tesebut.
 Namun kenyataannya, saat ini sangat sedikit masyarakat Indonesia yang masih menggeluti batik. Lebih parah lagi, jumlah sedikit tersebut hanya terbatas pada beberapa perempuan yang sudah lanjut usia. Para generasi muda lebih memilih profesi lain atau mencari pekerjaan keluar dari daerahnya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan batik. Apabila hal ini dibiarkan terus tanpa ada antisipasi, niscaya lambat laun batik akan punah dan predikat tersebut hanya sia-sia.

                              Gambar 1 : Perajin batik dari Giriloyo, Bantul, Yogyakarta

Agar indahnya seni batik dapat dirasakan oleh generasi mendatang, maka semua lapisan masyarakat memiiliki tanggung jawab untuk pelestariannya.  Mulai dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan, perusahaan/pusat kerajinan batik, sampai warga masyarakat umum, semuanya memiliki tanggung jawab bersama-sama untuk melestarikannya dalam kapasitas masing-masing.
Dari unsur masyarakat umum, kaum perempuan memiliki peran lebih besar, mengingat pembuatan batik merupakan pekerjaan rumit yang membutuhkan kecermatan dan ketelitian tinggi, dimana kedua hal tersebut dimiliki oleh kebanyakan perempuan. Tidak mengherankan apabila pada saat lahirnya batik dahulu, perempuan sebagai pemulanya.
Dengan perkembangan zaman yang ditandai semakin majunya teknologi, membuat segala hal dituntut serba cepat dan praktis. Hal ini mengakibatkan makin sedikit kaum perempuan yang masih bertahan menekuni membatik. Selain dibutuhkan kecermatan dan ketelitian yang tinggi, juga memerlukan waktu relatif lama dalam membuat sebuah produk batik.  
Kunci utama untuk mengatasi hal di atas, masing-masing diri perempuan harus memiliki rasa cinta terhadap batik. Dengan rasa cinta tersebut, secara otomatis mereka akan selalu berusaha melestarikannya. Untuk menumbuhkan rasa cinta batik yang merupakan warisan budaya Indonesia, seyogyanya para kaum perempuan saat ini dapat melihat sepak terjang R.A. Kartini pada zamannya.
R.A. Kartini telah memperjuangkan agar kaum perempuan pribumi mendapat kesetaraan dalam mengenyam pendidikan dan mengembangkan diri tanpa harus memandang strata sosial. Sebuah tindakan besar dan berat dibawah penjajahan Belanda, namun tetap dilakukannya..
Mengingat saat ini sudah merdeka dan tidak ada penjajah lagi, maka tantangan kaum perempuan bukan untuk mengusir penjajah, namun mempertahankan rasa cinta terhadap batik yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Disamping perasaan diri sendiri untuk cinta terhadap batik, juga harus mengajak orang lain untuk mencintainya. Apabila sudah ada rasa cinta, otomatis akan selalu berusaha melestarikannya

Menghidupkan Semangat R. A. Kartini
Meskipun R A Kartini lahir di kalangan bangsawan yang notabene segala kebutuhan hidupnya sudah tercukupi, apabila hanya memikirkan diri sendiri, niscaya tidak perlu susah payah menentang pemerintah Belanda. Dilandasi dengan rasa cinta tanah air dan cinta terhadap sesama kum perempuan, R A Kartini menentang pemerintah Belanda yang saat itu menganggap bahwa kaum perempuan lebih rendah dan remeh derajadnya dibandingkan dengan kaum laki-laki.
Anggapan inilah yang mengusik hati R A Kartini untuk membuktikan bahwa setiap perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama apapun status mereka. Peran perempuan sangat esensial dalam mempersiapkan generasi masa depan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Beranjak dari kenyataan dasar ini, R A Kartini bercita-cita agar kaum perempuan pribumi mendapat kesetaraan dalam mengenyam pendidikan dan mengembangkan diri tanpa harus memandang strata sosial.  Perjuangan tersebut sudah membuahkan hasilnya sampai saat ini, terbukti dengan banyaknya kaum perempuan mendapatkan kedudukan penting yang biasanya diisi oleh kaum laki-laki. Memang untuk mengisi jabatan tertentu di kantor-kantor pemerintah sudah dapat terealisir, namun semangat R.A. Kaartini untuk menghidupkan nilai-nilai budaya termasuk salah satunya batik, peran perempuan masih sangat minim.
Melestarikan Batik
Mengacu pada UUD 1945 amandemen ke empat pasal 32 ayat (1). Ayat (1) yang berbunyi: “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kekebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”
Apabila ayat (1) tersebut diperinci, terdapat 3 potongan makna yang terkandung di dalamnya. Pertama : “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia. . .”. Potongan kalimat kedua berbunyi : ”…di tengah peradaban dunia…”. Hal ini menegaskan bahwa kebudayaan Indonesia adalah bagian dari kebudayaan dan perdaban dunia. Dilanjutkan potongan kalimat ketiga : “…dengan menjamin kebebasan masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”. Kalimat ini mencerminkan pemenuhan kehendak tentang perlunya kebebasan dalam mengembangkan nilai budaya masing-masing suku bangsa.
Jaminan seperti yang tercantum dalam ayat tersebut sudah semestinya menjadi kekuatan dan semangat bagi anak bangsa untuk tetap mempelajari, menghayati, mengamalkan, dan mempertahankan seni budaya bangsa.  Warga masyarakat diberi kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya masing-masing demi pelestarian batik yang menjadi salah satu dari warisan seni budaya.
Cara paling sederhana yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya batik adalah menanamkan rasa cinta kepada warga masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Langkah yang sudah ditempuh saat ini, setiap kantor pemerintah dan sekolah mulai TK, SD/MI, SMP/MTs sampai SMA/SMK/MA pada hari-hari tertentu diwajibkan pemakaian batik. Akan lebih lengkap lagi, apabila langkah tersebut juga mendapat dorongan dari rumah dan lingkungannya.
Menengok sejarah batik yang pada zaman dulu ditekuni oleh kaum perempuan, maka pada zaman seperti saat ini, juga dibutuhkan perempuan untuk menjadi pelopornya. Perlu diketahui bahwa dalam menanamkan rasa cinta terhadap batik tidak dapat dilakukan dengan cara instan, tetapi membutuhkan waktu yang panjang. Kehadiran perempuan memiliki peran besar dalam menanamkan rasa cinta batik terhadap generasi bangsa. 
Kaum perempuan seyogyanya menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan cinta batik. Salah caranya dengan mengajak anggota keluarga serta tetangga dan teman kerja untuk mengenakan baju batik pada acara formal maupun suasana santai, sehingga lambat laun akan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat..
Apabila dalam diri seorang perempuan sudah memiliki rasa cinta terhadap batik, niscaya tidak akan canggung memakainya dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini akan memudahkannya untuk mengajak orang lain mulai dari anggota keluarga, tetangga sampai teman kerjanya untuk mengenakan batik. Secara perlahan tapi pasti, budaya cinta batik dapat merambah ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga indahnya seni batik tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
Dari uraian diatas, tampak bahwa peran kaum perempuan sangat besar, baik dalam keluarga atau masyarakat dan negara. Apabila hal ini dimiliki oleh setiap perempuan dalam sebuah keluarga, serta ada dukungan pemerintah dan masyarakat, niscaya batik tetap lestari. Dengan demikian, predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang diberikan olaeh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC)  pada bulan Oktober 2014 tetap dapat dipertahankan sehingga batik dapat dinikmati dan dirasakan oleh generasi-generasi yang akan datang.

Note :
Tulisan ini menjadi Juara Harapan 3 Lomba Essay Hari Kartini yang diselenggarakan oleh PBBI Sekar Jagad Yogyakarta
Penobatan sebagai Pemenang dilakukan di Pendopo Royal Ambarukmo Yogyakarta pada hari Sabtu, 21 April 2018

Selasa, 10 April 2018

Daun Ungu, Obat Wasir Yang Ampuh



            Tulisan dibawah ini saya buat dari pengalaman pribadi, dengan tujuan dapat berbagi kepada sesama yang pernah atau sedang menderita wasir.
Pada tahun 1990 yang saat itu saya berstatus mahasiswa, divonis dokter menderita wasir. Begitu kagetnya perasaan ini, karena belum pernah saya bayangkan sebelumnya dan tidak ada riwayat keturunan yang menderita sejenis.
            Tidak berhenti di situ kagetnya, karena dokter juga menyarankan saya harus operasi. Tanpa pikir panjang, mengingat saat itu harus segera KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang waktunya sangat dekat, setelah direstui Bapak dan Ibu, akhirnya kami sekeluarga menyetujui perintah dokter tersebut. Singkatnya saya sudah dioperasi.
            Setelah waktu berjalan 10 tahun, ternyata wasir saya kambuh lagi. Mau operasi lagi merasa takut. Akhirnya saya mencari informasi tentang penyembuhan wasir alami dan tanpa operasi. Semua perkataan teman, tetangga ataupun teman kerja, saya coba agar wasir cepat sembuh. Namun ternyata beda orang beda pula obatnya.
            Baru 15 tahun saya mencari obat alami, akhirnya sata temukan Daun Ungu yang ternyata sangat ampuh. Selama 15 tahun tersebut, saya sangat tersiksa dan menderita. Saat buang air besar (BAB) sering keluar darah segar. Bahkan benjolan dubur dalam yang dulu tidak muncul, saat itu sudah keluar dan tidak bisa kembali masuk sendiri.
            Berkat rutin dan konsisten dalam komsumsi Daun Ungu, semua keluhan di atas tidak saya rasakan lagi. Daun Ungu atau biasa disebut juga daun wungu adalah tumbuhan obat dari Papua Nugini dan Polinesia yang kemudian menyebar ke Indonesia. Nama ilmiah: Graptophyllum pictum, Klasifikasi lebih tinggi: Graptophyllum.
Gambar :


            Tanaman Daun Ungu mengandung kandungan kimia yang sangat tinggi yaitu : Alkaloid non-toksik, flavonoid, glikosid, steroid, saponin, tanin, calsium oksalat, asam format dan lemak. Dengan berbagai kandungan kimiawi yang ada di dalamnya, daun ungu bisa melunakkan feses (kotoran), dan mengecilkan wasir.
            Ambeien atau Hemoroid,atau biasa disebut wasir  merupakan pembengkakan pada vena di retum atau anus. Gejala yang sering muncul pada pasien berupa rasa sakit, gatal, peradangan dan perdarahan di sekitar anus. Ambeien disebabkan oleh peningkatan tekanan di daerah rektum atau anus. Hal ini diakibatkan oleh kebiasaan mengejan saat buang air besar, duduk terlalu lama saat ditoilet, susah buang air besar dan juga diare kronik, kelebihan berat badan, kehamilan, seks anal, kurang serat, cidera tulang belakang.
            Sampai tulisan ini dibuat, saya masing menkonsumsi Daun Ungu secara rutin setiap pagi hari. Berikut ini cara penyajiannya :
1.      Ambil 1 – 2 lembar daun dari pohon, lalu cuci bersih
2. Daun tersebut dimasukkan kedalam gelas, lalu tuang dengan air mendidih (persis seperti saat menyeduh teh)
3.      Tunggu sampai dingin dan siap diminum
4.      Untuk penderita parah bisa 3 x dalam sehari, dan umtuk penjagaan cukup 1 x sehari.
Mudah kan...? Cara sederhana, mudah dan irit lagi, karena tanaman Daun Ungu bisa ditanam dengan stek (potong batang/ranting, lalu tanam di tanah.
            Selamat mencoba, semoga semua diberi kesehatan dan bebas dari wasir.



Kamis, 08 Februari 2018

Sikap Hidup Positif

Dalam mengarungi kehidupan sehari-hari, banyak hal yang kita jumpai, terkadang menyenangkan dan terkadang pula menyedihkan.
Itulah realita hidup yang sudah tertulis di kalam Alloh SWT  sejak lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi tercipta. Atau dengan kata lain, disebut sebagai qodar yang merupakan hukum alam seperti adanya siang dan malam, manis dan pahit, terang dan gelap serta tinggi dan rendah.
Menyikapi hal tersebut, tidak ada salahnya kita menyimak tulisan Yockie Suryo Prayogo (musisi legendaris Indonesia) di FB tgl. 1 November 2017 (sebelum meninggal dunia Senin tgl 5 Februari 2018 )

Berikut ini tulisannya :
Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu
Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan
Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat
Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu.
Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.
Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah
Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.
Perbanyaklah bersyukur,  Alhamdulillah,  itu yang akan mendatangkan kebahagiaan.
Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.
Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.
Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.
Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol.
Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.
Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan
Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang  "
Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.
Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.
Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.
Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.
Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.
Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.

Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.

Minggu, 04 Februari 2018

Nikmat Yang Terlupakan


Sangat banyak nikmat Alloh yang telah diberikan kepada manusia sebagai hambanya, yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Sesuai dengan firman-Nya dalam Surat  An-Nahl (18) yang menyebutkan bahwa : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitung jumlahnya”. Memang tidak ada perintah untuk menghitungnya, namun sebagai hamba wajib untuk mensyukuri terhadap nikmat yang telah diterimanya.
Dari sekian banyak nikmat tersebut, ada dua macam nikmat yang kebanyakan orang melupakannya, yakni nikmat sehat dan waktu luang. Hal ini sesuai dengan Hadist Bukhari yang berbunyi : “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”.
Seseorang merasa bahwa sehat termasuk nikmat, apabila  mereka menderita sakit. Begitu pula dengan waktu yang terus berputar dan tidak akan kembali lagi. Entah dimanfaatkan ataupun tidak, waktu terus berjalan. Orang bijak mengatakan bahwa waktu ibarat pedang bermata dua. Apabila digunakan untuk kebaikan, maka baik pula hasilnya, sedangkan apabila digunakan untuk kejelekan, maka jelek pula akibatnya. Melihat kondisi demikian, seyogyanya seseotang dapat memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah sebagai ujud syukur kepada Alloh.
Ada kalanya seseorang berada dalam kondisi sehat, namun tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya, sehingga tidak dapat melakukan ibadah. Terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun karena kondisi badan yang tidak sehat, akhirnya juga tidak dapat melakukan ibadah.
Pantaslah bersyukur bagi seseorang yang dapat merasakan kedua nikmat tersebut dalam wakru yang bersamaan. Ujud syukur berupa ucapan dan perbuatan. Kalimat “alhamdulillah” merupakan ucapan syukur yang keluar dari lisan terhadap nikmat yang telah diterimanya. Kemudian diperkuat lagi dengan tindakan amalan ibadah yang semakin meningkat. Amalan yang dilakukan harus sesuai dengan perintah yang ada dalam Al-quran dan Al-hadis, serta menjauhi segala larangan yang ada di dalam keduanya.
Apabila seseorang dapat mensyukuri dan memanfaatkan terhadap nikmat sehat dan nikmat waktu luang yang telah diterimanya, niscaya Alloh akan menambah nikmat-nikmat yang lain, sehingga akan semakin menambah pula amalan ibadah yang dapat dilakukannya.


Tulisan ini pernah dimuat pada harian Kedaulatan Rakyat , Jumat 3 Maret 2017.

Rabu, 03 Januari 2018

Sejuknya Kebun Buah Mangunan

Sejuknya Kebun Buah Mangunan
Untuk urusan wisata, memang Yogyakarta tidak ada matiya, mulai dari wisata budaya, wisata sejarah sampai wisata alam. Untuk tempat wisata yang terakhir ini, ternyata bukan hanya pantai yang pantas dikunjungi. Ada pesona alam indah nan menawan yang pantas dicoba para pecinta wisata . Salah satunya adalah Kebun Buah Mangunan, yang ada di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Terletak di kawasan dengan ketinggian 200m diatas permukaan laut, menjadikan udaranya sangat sejuk.

Dengan ketinggian tersebut, banyak pengunjung yang menjulukinya dengan sebutan : Negeri Di Atas Awan. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, karena dengan ketinggian lokasinya, dari tempat tersebut dapat  melihat pemandangan luar biasa. Bisa melihat Pantai Parangritis pada bagian selatan, pemandangan Kota Bantul yang berada di bagian barat serta keelokan sungai Oya yang sangat curam. Banyak populasi monyet yang juga terdapat di lokasi ini dapat menjadi salah satu potensi wisata.
Beberapa waktu lalu kami sekeluarga ingin membuktikan keindahan Negeri Di Atas Awan tersebut. Naik kendaraan dari rumah melewati Terminal Giwangan Yogyakarta, lalu berjalan ke selatan melewati Jalan Imogiri Timur. Menelusuri jalan tersebut sampai Kantor Kecamatan Imogiri lalu belok ke kiri, dan tinggal mengikuti penunjuk arah yang memang sengaja dipasang untuk memufahkan para pengunjung menuju ke lokasi.
Sesampai di Kebun Buah Mangunan, udara dingin mulai terasa merasuk ke dalam tubuh. Selain membuat pikiran menjadi segar kembali, juga dapat menambah pelajaran dan pengetahuan bagi anak-anak, karena di lokasi tersebut dapat ditemukan berbagai macam tanaman buah yang tertata rapi sesuai kondisi kemiringan bukit. Di kanan kiri jalan dapat ditemukan tanaman durian, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, jambu biji, cempedak dan masih banyak lagi. Untuk menambah kesejukan selain tanaman buah-buahan terdapat pula tanaman jati, pagar hidup berupa salak, magium dan pinus.
Dengan tarif retribusi Rp. 5.000,00 mendapat fasilitas parkir gratis, menjadi daya tarik tersendiri di kawasan tersebut. Hal ini mematahkan aumsi yang telah menjadi pengetahuan umum bahwa di tempat wisata pasti harganya “nuthuk” (bahasa Indonesia : harga tidak wajar). Tidak cukup di situ, apabila para pengunjung merasa lapar tidak perlu kawatir, karena banyak warung makan dan penjual jajanan pasar tradisionil, sehingga seolah-olah diajak kembali ke zaman dulu lagi.

Setelah mengelilingi lokasi seluas 23,3415 hektar tersebut, kami sekeluarga pulang ke rumah dan tidak lupa membeli oleh-oleh khas daerah tersebut. Bagi pecinta wisata alam, apabila ingin menikmati keindahan pemandangan dan kesejukan udara yang jarang ditemukan dalam lingkungan rumah sehari-hari, maka Kebun Buah Mangunan menjadi salah satu solusinya.

Minggu, 22 Oktober 2017

Berani Karena Jujur

            Hampir setiap hari, berbagai media cetak maupun elektronik membahas terjadinya praktik korupsi. Bahkan berbagai kalangan menilai bahwa korupsi telah menjadi bagian dari kehidupan, menjadi suatu sistem dan menyatu dengan penyelengaraan pemerintahan negara (Chaerudin, et all, 2008). Hal  demikian seharusnya tidak akan terjadi apabila setiap orang memiliki sikap jujur yang dapat membedakan antara halal dan haram serta benar dan salah dalam kehidupan kesehariannya.
            Pada masyarakat yang primitif dimana ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan sumber alam yang baru, maka semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pejabat yang memiliki kedudukan untuk melakukan praktik korupsi dan usaha-usaha penggelapan.  Korupsi dimulai dengan makin mendesaknya usaha-usaha pembangunan yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relaif lambat, sehingga setiap orang
atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalan barang dan atau uang pelicin.
Meskipun telah banyak pejabat ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berujung sampai penjara, namun para pejabat seolah-olah tidak jera melakukannya. Masih ada saja praktik korupsi di berbagai daerah dari waktu ke waktu. Sebenarnya tidak semua pejabat menginginkan terjadinya korupsi dan melakukannya. Masih banyak pejabat yang memiliki sikap jujur sehingga tidak mau menerima barang dan atau uang yang bukan miliknya. Namun mereka hanya diam dan tidak mau melakukan tindakan pencegah dengan alasan takut mengungkapnya. padahal dengan sikap jujur yang dimiliki, dapat menjadi modal dasar untuk berani mengungkap kejahatan korupsi. Karena diam bukan pilihan untuk membiarkan korupsi yang semakin merajalela.
Dalam hadis Bukhari juz 1, Nabi Muhammad bersabda : “Katakanlah kebenaran, meskipun hal tersebut pahit”. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang harus berani menyampaikan hal-hal yang benar, meskipun banyak resiko terhadapnya.  Apalagi saat ini sudah ada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang memberikan rasa aman kepada saksi dan atau korban dalam memberikan keterangan dalam proses peradilan pidana, sesuai diatur dalam  UU No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Melalui LPSK inilah diharapkan kebenaran dapat diungkap dan keadilan ditegakkan.
Meskipun sudah diberikan rasa aman, tetapi apabila saksi dan atau korban tidak memiliki sikap jujur dalam kehidupannya (mencicipi hasil korupsi), niscaya akan ragu dan takut memberikan keterangan yang sebenarnya. Mereka kawatir ucapan tulus yang diberikan, akan menyerang balik kepada dirinya. Apabila program revolusi mental yang telah digulirkan Presiden Jokowi saat pelantikannya dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat, maka akan menumbuhkan sikap jujur yang berani mengungkap kebenaran.
Lebih ideal lagi, sikap jujur tersebut ada pada pejabat yang memiliki kedudukan strategis. Hal ini menjadi cara efektif untuk memberantas praktik kosupsi, karena anak buah dan jajaran di bawahnya pasti akan melihat atasanya. Apabila pejabat di atas bersih dari korupsi, maka pejabat di tingkat yang lebih bawah beserta bawahannya juga bersih. Sebaliknya, apabila bawahan bersih, sedangkan atasan kotor maka keadaan bersih tersebut tidak akan berlangsung lama. Ibarat orang memiliki rumah dua lantai, maka agar rumah selalu bersih harus disapu secara rutin. Menyapu dimulai dari lantai dua, lalu dilanjutkan lantai satu. Apabila lantai satu bersih, tetapi lantai dua tidak pernah disapu, niscaya lantai satu akan kejatuhan kotoran dari dari lantai di atasnya.
Begitu pula praktik bersih korupsi dari para penyelenggara negara, juga harus dimulai dari atas. Hal ini dapat ditempuh dengan sikap jujur dalam kesehariannya, baik jujur di keluarga, di masyarakat maupun di limgkungan tempat bekerja. Apabila atasan jujur dan menghindari korupsi, maka bawahan akan takut melakukan korupsi.
Korupsi ibarat parasit dalam pemerintahan, yang akan merusak struktur pemerintahan dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan. Semua warga negara memiliki kewajiban untuk menghambat dan mencegahnya, agar dapat terselenggara dan terwujud pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Apalagi LPSK selalu ada di belakangnya, yang memberikan rasa aman kepada saksi dan atau korban, sehingga menumbuhkan keberanian bagi orang yang jujur dalam kehidupan sehari-harinya.


SUMBER PUSTAKA
    1.  Chaerudin, Syaiful Ahmad Dinar dan Syarif Fadhillah, 2008 : Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi.  PT Refika Aditama, Bandung

      2. www.lpsk.go.id.

Sabtu, 23 September 2017

Anak Menjadi Guru Bagi Orangtua

Anak Menjadi Guru Bagi Orangtua
          Dalam Alquran disebutkan bahwa : "Seseungguhnya harta dan anak kalian menjadi fitnah". Hal ini menunjukkan bahwa beberapa hal yang sehari-hari dijumpai seseorang, dapat menjadi fitnah/cobaan. Tentu saja berlaku bagi orang yang tidak bisa mengelolanya.
         Apabila direnungkan lebih dalam, kedua hal tersebut dapat menjadi hikmah positif bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Bagi orang yang memiliki harta, harus dapat harus dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan sehari-hari. Lebih penting lagi, apabila setiap mendapatkan rezeki, dikeluarkan shodaqoh dahulu, baru untuk kebutuhan sehari-hari. dengan demikian harta yang dimiliki dapat menjadi lebih berkah baginya.


           Begitu pula dengan anak yang dimiliki dan diharapkan bagi setiap orang yang sudah berkeluarga. Ada kata orang bijak yang berbunyi : "Apabila di rumah tidak ada anak, mak rumah akan selalu bersih dan dompet selalu penuh. Tetapi hati terasa kosong". Begitu pentingnya kehadiran anak di dalam sebuah keluarga. Banyak karakter anak, namun semua haris didikapi yang positif. Apabila punya anak sholih dan sholihah, berarti rezeki bagi kedua orangtuanya. Namun apabila ada anak yang nakal dan selalu menjengkelkan, orangtua tidak boleh marah dan membencinya. Sikap yang diambil agar setiap tindakan/kenakalan anak dapat menjadikan guru kesabaran bagi kedua orangtuanya.
        Bagaimanapun keadaan dan karakter anak, harus disikapi positif.

Bingung Cari Laptop Yang Recommended…? ASUS Solusinya

  Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Country Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pr...